7.
89. Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap
Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami
dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika
Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi
segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami,
berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan
Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
Menurut bahasa Arab adalah ruuhun syariirun atau ruh yang sangat jahat/buruk, al-hayatul khabitsah atau suatu kehidupan yang sangat buruk dan mutamarridun madsadun atau pendurhaka yang merusak”. Sedangkan setan secara istilah adalah sifat yang jahat yang tersembunyi dalam diri jin dan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Jadi syetan adalah profesi atau sebutan dari kalangan jin dan manusia yang jahat. Hal ini sesuai dengan definisi Allah mengenai setan dalam Al Qur'an: (QS. An-Naas: 5-6)
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ “setan yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ dari (golongan jin dan manusia”
(QS Al-An’am: 112) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ “dan demikian kami jadikan bagi tiap – tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin. Sebagian lagi membisikkan kepada sebagian lagi perkataan – perkataan yang indah – indah untuk menipu manusia. Jikalau tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” Jadi Setan adalah anak cucu keturunan dari Iblis
Diantara sifat setan itu adalah sifat congkak, sesat dan cinta terhadap kejahatan. Jin yang bersifat congkak dan cinta kejahatan disebut setan. Manusia yang memiliki sifat tersebut disebut juga setan. Setan dari jenis manusia dan setan dari jenis jin yang ditetapkan Allah sebagai musuh para nabi itu menperdaya sebagian yang lain dengan kata-kata indah yang dibisikannya. Yang dimaksud dengan membisikkan disini adalah memindahkan pengaruh internal dari sebagian kepada sebagian yang lain, menipu dan mendorongnya untuk berbuat congkak, sesat dan maksiat kepada Allah Azza Wa Jalla. Setan jenis manusia, sepak terjangnya dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh mata telanjang kita, begitu pula bentuk permusuhan mereka terhadap nabi dan orang yang beriman itu. Sementara setan jenis jin bercampurbaur dengan manusia untuk menjerumuskan dan menyesatkanya dengan cara – cara yang tidak diketahui manusia. Sebagaimana firman Allah di Al Qur'an: (QS Fusshilat: 25) وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاء فَزَيَّنُوا لَهُم مَّا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِم مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ “dan kami tetapkan bagi mereka teman – teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada dihadapan dan dibelakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi”
(QS Fusshilat: 29) وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَ “dan orang-orang kafir berkata, “ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kami kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina”
Sedangkan menurut Al-Quran setan itu adalah makhluk yang tugas kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong. 1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji (QS. Al-Baqarah : 169 )
إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
2. Syetan Adalah Musuh Manusia Dan Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (QS.Al-Baqarah : 208 )
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong( QS.An-Nisa : 120 )Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia.
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. 4. Syaitan Bisa Berujud Manusia
Namun Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus / jin saja, melainkan manusia pun bisa dikategorikan sebagai setan. Dan Al-Quran pun juga menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi setan itu. (QS.Al-Anam : 112)
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS.An-Naas : 1-6 ).
Demikian uraian mengupas tentang keberadaan JIS itu, disini dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya mereka itu adalah mahluk yang durhaka terhadap Allah SWT dengan kecongkakkan dan kesombongannya yang akhirnya Allah SWT melaknatnya dan menjadikannya sebagai mahluk yang paling terhina. Sepanjang kehidupan dunia ini masih berputar maka mereka tidak akan bosan-bosannya bahkan akan terus menerus menjerumuskan umat manusia kejalan kesesatan supaya berpaling dari jalan yang diridhoi oleh Allah SWT kecuali hanya orang-orang mukhlislah yang mereka tidak akan mampu menembusnya.
kalo setan berkerah putih apa namanya om, jadi jikalau aku merayu pacarku dengan kata-kata manis dengan tujuan nantinya biar dapet perhatian atau ciuman...setan juga dunk om. terus satu lagi om kalau kampanye, terus membujuk orang supaya nyoblos aku bisa jadi setan juga om. duh gimana nih om kok banyak peluang manusia jadi setan yah om ? tolong donk om....
Guest
2. 13-01-2009 11:09
Wah..wah..wah mas joni itu cukup kreatif nih. Setahu saya setan berkerah putih itu belum ada namanya jadi silahkan aja mas joni kasih nama yang penting namanya harus mencerminkan kelompok setan, jangan kelompok sok pahlawan, eh maaf jangan kelompok pahlawan soalnya judulnya saja setan berkerah putih. Rayu merayu bukan hal yang mudah lho perlu keahlian sendiri, namun setahu saya target utama setan itu mengajak manusia agar tidak mentaati dan menyesatkan kita dari ajaran Allah, sedang dalam hal rayu merayu dengan tujuan hanya mendapat ciuman atau dan lain sebagainya apakah itu termasuk berjalan sesuai ajaran Allah?? Sumonggo mas joni aja yang menilai sendiri. Sekarang memang lagi musimnya menawarkan diri , eh maaf lagi musimnya kampanye. Menurut saya tergantung niat kita. Kalau niatnya agar nanti kalau kita terpilih akan menjalankan amanah secara benar maka itu yang siip, bagus. Namun kalau kampanye hanya janji melulu dan ujung-ujungnya hanya untuk melampiaskan kesenangan pribadi alias tidak amanah , yaa kira-kira anggap saja temannya setan sebab setanpun pingin orang tidak amanah, gitu ya mas joni kira-kira. Menurut nasehat orang tua agar kita bebas dari setan berbuatlah seikhlas mungkin. Salam untuk mas joni & orang-orang yang kreatif lainnya.
Guest
3. 13-01-2009 10:50
kang mas legowo, lha kalo gitu aku bisa selingkuh dah....soalnya yang mau aku cium tonggoku lho. wah kalo ngono aku yo setuju...neh ndoso ora yo... mas joni aku usul namanya "Sekelit " Setan Kelas Elit...ehhehe piye, sopo ngerti ini spesies baru dari setan khusus di endonesia. Ning tenan iki mas penulis enek jenis jin iso di nggo kondangan...... ups sapurone enggeh ...jangan2 bosen2 nulis yo
Guest
4. 06-05-2009 10:34
tentang setan
Mas-mas yang punya pengalaman dengan hal-hal ghaib, tolong dong bedain secara spesifik JIS itu, sebab dari beberapa referensi kitab suci Jin itu makhluk bermateri seperti manusia tapi terbuat dari api, namun Iblis dan Setan itu semacam sifat atoa karakter. Dalam ayat qur'an disebutkan "mereka itu dari golongan setan jin dan setan manusia". Mengingat tubuh material manusia itu terdiri dari berbagai unsur yaitu; tanah, air, api dll maka sejatinya unsur api adalah unsur yang telah melekat pada material tubuh manusia. Jadi proses kesetanan atoa yang tren disebut kerasukan setan itu adalah proses internal pada diri manusia itu sendiri bukan kemasukan dari luar diri manusia yang sengaja atoa tidak sengaja masuk ke dalam diri manusia? Dan seterusnya bila disambungkan dari 'kesetanan' kepada 'kemanusiaan' juga adalah proses internalisasi dalam diri manusia itu sendiri? Sebab ada hadist nabi yang meriwayatkan tentang setan yang dibelenggu pada bulan ramadhan tapi kejahatan masih saja kerap terjadi pada bulan puasa nan suci itu, mohon mas-mas mengomentarinya? terima kasih...
Guest
5. 07-05-2009 09:51
tentang setan
Ass. Wr. Wb. Mbak Ani Yth. Ijinkan kami mencoba sedikit memberi penjelasan . Dari tulisan mbak Ani dapat kami simpulkan bahwa mbak Ani berpendapat : 1. Iblis dan Setan merupakan sifat atau karakter. 2. Jin dan Setan ada didalam tubuh manusia bukan diluar tubuh manusia.
Menurut saya Iblis dan Setan BUKAN SIFAT atau BUKAN KARAKTER. Perhatikan QS 7 : 20.
Al A'raaf ayat 20. 20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)."
Disitu dijelaskan bahwa “Syaitan membisikkan pikiran jahat”. Kalimat “membisikkan” berarti syaitan itu makhluk BUKAN SIFAT.
Jin dan Syetan ada DILUAR manusia BUKAN DIDALAM manusia. Perhatikan QS 2 : 30
Al Baqarah ayat 30. 30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Disitu dijelaskan bahwa "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.". Kalimat “hendak” berarti Adam / manusia BELUM terciptakan.
Perhatikan QS 2 : 34
Al Baqarah ayat 34. 34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Disitu dijelaskan bahwa"Sujudlah[36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; Kalimat “kecuali Iblis” berarti Iblis ikut berdialoog berarti pula Iblis sudah diciptakan sebelum Adam / manusia atau Iblis ada DILUAR manusia.
Demikian pendapat kami semoga ada manfaatnya. Wass. Wr. Wb.
Guest
6. 11-05-2009 10:03
tentang setan
Yth. Sdri Ani, menyambung dari jawabannya pak antono, sedikit saya menambahkan dan Insya Allah mudah-mudahan dapat bermanfat bagi kita semua. Dalam kolom comment Mbak Ani menyebutkan tentang diriwayatkan bahwa setan yang dibelenggu pada bulan ramadhan atau bulan puasa akan tetapi masih saja kerap terjadi ketidakbaikkan / kejahatan dan lain sebagainya.
Memang benar, ada hadist nabi yang menyatakan “Apabila bulan puasa tiba, maka terbuka pintu-pintu surga, tertutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu,” dapat dipahami dalam pengertian majazi, hadits tersebut mengandung makna bahwa bulan puasa adalah bulan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Di dalamnya Allah melimpahkan ganjaran yang luar biasa serta membuka lebar pintu-pintu ampunan-Nya. Dengan sedikit amal saja, manusia dapat memperoleh ganjaran yang banyak, dan ini Insya Allah bisa mengantarkannya ke surga sehingga surga dalam bulan puasa bagaikan selalu terbuka pintunya, karena banyaknya pengampunan Allah dan neraka bagaikan tertutup pintunya, karena kesadaran manusia begitu tinggi, setan-setan bagaikan terbelenggu. Jika hadits tersebut dipahami secara hakiki, maka kita dapat berkata bahwa ketidak-baikkan muncul akibat godaan setan dan rayuan nafsu.
Marilah kita ambil sikap bijak dalam memaknai kata terbelenggu, terbelenggu disini bukan diartikan dikurung sambil dirante kedua tangan dan kakinya seperti kata pikiran. Tapi terbelenggu disini menurut saya adalah Allah membatasi ruang gerak syetan untuk menggoda manusia di bulan puasa tidak seperti pada bulan-bulan lainnya dikarenakan dibulan tersebut Allah SWT menurunkan ke Maha Baikan-Nya yaitu seperti disebutkan diatas, tapi kalau kita kaji lebih jauh lagi jangankan dibulan puasa yang penuh rahmat, pada bulan-bulan biasapun kalau kita mampu menjalankan, baik ibadah-ibadah maupun amal-amal kebaikan lainnya dengan sungguh-sungguh secara ikhlas yang diniatkan semata-mata hanya untuk Allah, niscaya jangankan syetan, leluhur syetanpun (baca: iblis) akan merasa terbelenggu karena tidak akan mampu mengganggu atau menggoda dan (coba telaah dan simak kembali artikel diatas). Jadi, jangankan dibulan-bulan biasa, dibulan puasapun masih nampak terjadi ketidak-baikkan, baik siang apalagi malam? Mari kita kembalikan lagi jawaban untuk pertanyaan tersebut ke masing-masing kita, sudah sejauh mana tingkat keikhlasan kita dalam menjalani hidup ini.
Demikian lebih kurangnya saya mohon maaf. Wa Allâhu a’lam.
Wass. Wr. Wb.
Guest
7. 11-03-2010 10:19
just i want a said :
Saya hanya berharap dalam hidup ini kita semua selalu berusaha untuk dapat meraih sebuah kemenangan, untuk saya sebuah buku yang berjudul " Kado untuk orang yang berdosa " udah cukup untuk melanjutkan hidup ini.....Allah hu akbar.......
Guest
8. 11-03-2010 12:15
just i want a said :
Yth Koko.
Bila dianggap sudah cukup karena buku tersebut ... kami hanya mengucapkan selamat melanjutkan hidup ini.....
Wassalam,
Guest
9. 29-03-2010 11:13
just i want a said :
mas klo pacaran gmana tuh soal.a jman skarang rmaja tu g bsa di lpasin sma yg nm.a pcran gtu ug sma tiez kdang ska ngrasa dosa v slit tuk lpas hehehe
================= INFORMATION LELANG POHON AMAL =================
Biaya tersebut belum termasuk biaya untuk material Besi beton, Kayu, Beton Readymix, dll. Perkembangan terakhir adalah Penyelesaian Jendela Aluminium. Kebutuhan Sekretariat yang belum terpenuhi adalah Perlengkapan Sekretariat berupa Meja, Kursi, Sofa, AC.
Yang ingin beramal berpartisipasi menyediakan Karpet untuk sholat silahkan menghubungi pak Doni nomor Hp. 0818-732064.
Terima kasih atas partisipasi Anggota Keluarga Besar Ridho Allah, semoga Amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, Amien..
Wass. Wr. Wb.
=================
REKENING MASJID "RIDHO ALLAH" MEKARSARI
Antono Basuki Bank MANDIRI No. Acc/Rek. 0700005630400
=================
Rekening Yayasan BCA - KCP Cimanggis No Rek: 1662263731 =================