|
Page 1 of 2 Jakarta, October 26, 2008. Masih dalam lingkup bulan Syawal 1429 H juga masih dalam suasana Idul Fitri, Keluarga Besar Pengajian Ridho Allah (PRA) bekerjasama dengan YPPK “Al-Barkah” menyelenggarakan acara kegiatan Halal Bihalal sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Pengajian Ridho Allah yang ke 3 (tiga) yaitu pada hari Minggu tanggal 26 Oktober 2008 mulai jam 8:00 pagi WIB s.d. selesai yang bertempat di Wilayah Cabang PRA Munjul tepatnya di Komplek POLRI Munjul – Cibubur – Jakarta Timur dengan tema “BERSAMA RIDHO ALLAH MENUJU INDONESIA ADIL DAN MAKMUR”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh suatu Susunan Kepanitiaan yang diketuai oleh Drs. Turmudji yang juga sebagai Ketua Cabang PRA Munjul sekaligus Pimpinan YPPK “Al-Barkah” Munjul. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Anggota PRA dari cabang-cabang yang ada di wilayah Jakarta, Cabang Gondrong-Tangerang, Pamulang, Karawang, Bogor, Cileungsi dan Cabang Brebes selain dihadiri oleh Anggota PRA, Panitia juga mengundang tokoh-tokoh masyarakat setempat serta intansi-intansi terkait seperti Kepolisian, Kodim, Departemen Agama dan sekolah-sekolah yang ada dilingkungan setempat. Susunan acara yang telah diprogram Panitia sebelumnya adalah Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Drs. Syamsul Bachri, Pembacaan Riwayat berdirinya Pengajian Ridho Allah oleh Pembina Cabang PRA Kalisari Bapak Ir. Agustono EP, Penyerahan Santunan oleh Ketua Yayasan Ridho Allah Bapak Ir. Antono Basuki PH kepada perwakilan tokoh setempat, Sambutan-sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua Yayasan Ridho Allah, Kesan dan pesan yang diwakili oleh Bapak Abu Hanif dan Ceramah yang diakhiri dengan Tanya jawab dipandu oleh K.H. Nur Muhammad dari Cianjur.
Dalam sambutannya Ketua Panitia menyampaikan “Mengapa kami menyelenggarakan Halal Bihalal?..Selama ini kami mengikuti PRA yang meliputi beberapa unsur yaitu : Marifat, Syareat, Hakekot dan Torikot inilah yang menjadi bahan pelajaran bagi kami orang awam agar lebih lengkap untuk belajar atau mempelajari agama Islam. PRA untuk kami setidaknya ada pembelajaran rohani yang memungkinkan untuk menuntun kami agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT atas dasar itulah pertimbangan kami, mudah-mudahan Khususnya para jemaah PRA untuk lebih tekun mempelajari ilmu-ilmu yang diajarkan di PRA sehingga kedepan kita sebagai umat Islam tidak tercabik-cabik oleh berbagai aliran-aliran yang kurang jelas dsbnya. Kita maklum bahwa adanya berbagai ormas dan parpol ini bisa saja menjadi suatu kelemahan dari pada gerakan Islam itu sendiri. Sementara kita masih bicara hal ikhwal yang sebenarnya sudah kita tingkatkan lebih tinggi untuk lebih memahami, peduli kepada kemiskinan, kebodohan dllnya. Ini antara lain salah satu fokus yang kita pelajari agar PRA bisa berkembang untuk belajar lebih hakiki didalam pelaksanaan ibadah kesehariannya. Beliau juga menyampaikan terima kasih yang seluas-luasnya dan setulus-tulusnya atas kerjasama yang baik antara Jemaah PRA dari berbagai cabang, semua pihak wabil khusus ketua RW 03 yang memberikan kesempatan dan fasilitas sehingga terselenggaranya kegiatan Silahturahmi dan Hari Ulang Tahun PRA yang ke 3 (tiga) ini.
Selesai sambutan Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan tersebut dilanjut dengan pembacaan tentang sejarah berdirinya Pengajian Ridho Allah oleh Bpk Ir. Agustono Edi Prabowo selaku Pembina PRA Cabang Kalisari – Jakarta dan penyerahan santunan oleh Ketua Yayasan Ridho Allah (YRA) kepada perwakilan tokoh lingkungan setempat untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya.  
Dalam kesempatan ini pula Ketua Yayasan Ridho Allah Bapak Ir. Antono Basuki PH menyampaikan sambutan dan himbauannya sebagai berikut : Tidak terasa ternyata sampai saat ini sudah 3 (tiga) tahun Pengajian Ridho Allah berjalan, suka duka telah kita lewati bersama khususnya Alhamdullilah “masa-masa kritis” telah kita lalui dengan baik. Yang dimaksud masa kritis yaitu saat kita berani menentukan sikap/prinsip untuk sungguh-sungguh mau mempelajari dan menjalani ajaran-ajaran di PRA. Kenapa bisa disebut masa kritis? Karena kenyataannya sekarang itu banyak sekali aliran-aliran atau apapun yang disebutnya dengan beraneka macam bahkan ada juga yang cukup membingungkan, tapi Alhamdullilah kita berani dan tentunya atas ijin dari Allah SWT kita bisa lalui masa-masa itu. Setahun yang lalu kita mengadakan acara yang sama seperti ini di wilayah Cabang Kalisari, waktu itu saya mengajak anggota PRA untuk menjalankan salah satu Firman Allah SWT yang isinya “Bersama Kesulitan ada Kemudahan” waktu itu saya menggambarkan/mencontohkan seperti handphone, HP kan terdiri dari 2 (dua) sisi yaitu Sisi Tulisan (Layar) dan Sisi Kamera atau tempat battree. Kalau selama ini biasanya kita mengganggap suatu musibah dilihat dari sisi sedihnya atau tidak enaknya saja padahal sebenarnya bersama sedih atau tidak enak itu pasti ada kebahagiaan, dan Alhamdullilah dari hasil evaluasi selama setahun ini untuk anggota PRA sudah bisa melihat dari sisi kebahagiannya, kenapa demikian..? karena kita tahu semua bahwa musibah atau sesuatu yang tidak enak ternyata merupakan sarana atau sparing partner untuk mewujudkan rasa sabar. Sabar bisa terwujud apabila kita mampu menerima dengan ikhlas musibah atau sesuatu yang tidak mengenakan itu dihati, dikarenakan kita memohon sabar kepada Allah SWT maka Allah mengetahui hal itu akhirnya Allah SWT mengabulkan kemudian diberikanlah kepada kita sesuatu yang tidak mengenakan, karena kita tahu bahwa sesuatu yang tidak mengenakan itu sarana menuju sabar dan tentunya dengan penuh sadar kita ucapkan Alhamdulillah.
Pada kesempatan ini saya akan mengajak bapak/Ibu sekalian khususnya anggota PRA untuk menjalani salah satu firman Allah SWT yang cukup penting, jadi mulai tahun ini dan mudah-mudahan ditahun yang akan datang kita evaluasi sejauh mana kita menjalani firman Allah SWT dalam Surat Al-Waqiah Ayat 77–79 : إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Siapapun tidak akan bisa menjalankan Al-Quran / ajaran kebenaran kecuali orang yang disucikan, berarti bukan karena punya ilmu yang tinggi, bukan karena jabatan, bukan karena kaya, bukan karena sangat berkuasa yang bisa menjalankan Al-Quran.!!...nanti dulu..!! jadi, jelas sekali langkah kita, bagaimana Allah SWT mau mensucikan qolbu kita disinilah peran metode atau ajaran Ridho Allah yaitu 7 (tujuh) Ilmu Penjernih Hati, maka didepan saya sampaikan, sangat bersyukur bahwa Allah SWT yang telah mengijinkan munculnya metode tersebut karena kenyataanya setelah diamati bahwa 7 Ilmu Penjernih Hati itu sangat bermanfaat dan setelah kita mendeteksi ternyata banyak orang / masyarakat yang sebenarnya menginginkan mempelajari metode tersebut sehingga ditahun sekarang saya akan membuat suatu program agar 7 ilmu Penjernih Hati itu segera bisa dipakai dan dijalankan di masyarakat luas, programnya kita beri nama “Program Rumah Singgah (PRS)”. Apakah Program Rumah Singgah itu..? Kalau secara pisik yang namanya rumah singgah adalah rumah tempat untuk singgahan bentuknya bisa seperti rumah biasa, saung, apapun tempatnya yang penting ada atapnya bisa untuk berteduh, disitulah kita bisa istirahat dan berdiskusi mengkaji kehidupan sehingga kita mempunyai akhlak yang lebih mulia. Mungkin ada pertanyaan, kalau begitu program ini hanya bagi orang mampu, yang punya cukup financial saja…?? Tidak.!! memang yang punya kemampuan financial (uang), silahkan bisa untuk mewujudkan secara pisik baik itu rumah, buat saung atau apapun semacamnya sedangkan bagi yang tidak atau belum cukup mempunyai kemampuan financial yaitu cukup dengan menyediakan diri untuk menjalankan kegiatan/program tersebut bahwa sesama muslim bersaudara kalau bisa menjalankan itu, orang-orang akan betah dan senang singgah atau mampir ketempat kita jadi tidak ada alasan bagi orang yang belum mempunyai kemampuan financial untuk tidak menjalankan program ini kecuali memang TIDAK MAU. Secara non pisik, rumah yang dimaksud adalah diri kita kalau bisa menjadi singgahan orang-orang sehingga bisa mampir, bisa bertukar pikiran, bisa bertanya, bisa mencontoh kepada kita mudah-mudahan bisa menjadi suri tauladan, caranya yaitu dengan menjalankan 7 Ilmu Penjernih Hati dengan sungguh-sungguh atau serius. Untuk mewujudkan itu agar segera menyatu dengan masyarakat maka kita membuat 9 (sembilan) jalur kegiatan yaitu : 1. Jalur Pendidikan : misalnya melalui SD, SMP, SMU, Madrasah dsb dan saat ini alhamdulillah jalur pendidikan yang sudah menggunakan metode pelajaran PRA sudah menjadikan metode tersebut sebagai kurikulum dalam pelajarannya adalah Sekolah Madrasah yang ada di Ciputat yang dipimpin oleh Pa Suardi. 2. Melalui ustadz -ustadz dengan pesantrennya, dilingkungan mesjid-mesjid misalnya untuk mengadakan diskusi-diskusi yang bertujuan bahwa pelajaran di Ridho Allah itu mudah untuk dipahami, mudah untuk dijalankan dsb dan saat ini yang sudah dicapai oleh kelompok PRA yang menyangkut sekitar ustadz adalah telah terciptanya para da’i da’i yang secara ikhlas untuk menyebar-luaskan ajaran-ajaran di Pengajian Ridho Allah. 3. Bidang Kemasyarakatan yaitu melalui pengajian yang sedang dijalankan ini dan alhamdullilah saat ini telah ada sekitar 14 cabang baik yang ada di Jakarta maupun diluar Jakarta. 4. Melalui jalur Businessman atau istilah sekarang disebut eksekutif muda, alhamdullilah sudah ada beberapa perusahaan yang mengirim karyawannya untuk di didik ajaran Ridho Allah sehingga kita amati perkembangan pesertanya lebih baik dan lebih menyenangkan karena semua berlomba-lomba untuk mewujudkan pohon amal. 5. Melalui jalur Mua’laf, karena ternyata yang diperlukan seorang Mua’laf adalah pelajaran-perlajaran yang tidak terlalu sulit yang penting sederhana, mudah tapi benar dan alhamdullilah yang terjadi sampai saat ini ada beberapa orang non muslim tertarik dengan ajaran-ajaran PRA dan akhirnya masuk Islam dengan kesadaran sendiri, 6. Melalui jalur Pengobatan, pada kenyataannya dengan menjalankan ajaran Ridho Allah banyak orang yang berpenyakit dari mulai ringan sampai berat dan alhamdullilah berangsur-angsur kembali sehat bahkan ditinjau dari teori ilmu kedokteranpun sangat sulit untuk dicerna, contoh suatu kasus yang pernah terjadi yaitu penderita penyakit kanker stadium 4 bahkan menurut paramedis sudah divonis akan mati dan tidak bisa ditolong namun apa kenyataanya, dalam jangka waktu +/- 2 minggu dinyatakan sembuh total dan segar kembali. 7. Melalui Keterampilan Praktis, dengan ini kita sangat perlu sekali sebagai sarana untuk mencari sumber kehidupan dan alhamdullilah prestasi yang sudah dicapai yaitu ada beberapa anggota Pengajian RA yang diberi kesempatan untuk belajar pengetahuan praktis, sekarang sudah mandiri dan punya usaha sendiri bahkan sudah punya karyawan sehingga tidak perlu keluar rumah seperti layaknya seorang karyawan yang berkerja dikantoran pergi pagi pulang malam dan begitu terus. 8. Melalui Media Komunikasi, saat ini yang sudah terbentuk adalah kita sudah membuat rekaman pelajaran maupun rekaman yang sifatnya gaib yang saya akui banyak sekali yang menentang tapi tidak apa-apa buat kami karena mereka semuanya niatnya baik. 9. Melalui Jalur Ekonomi, Kalau kita selamanya miskin bisa menjadi kufur oleh karena itu melalui jalur Ekonomi mudah-mudahan Anggota Pengajian Ridho Allah nanti perekonomiannya cukup baik karena yang sudah dilakukan sekarang adalah mempersatukan pengusaha-pengusaha yang sudah berjalan untuk dibina manajemennya sehingga meningkat sekaligus dibantu pemasarannya. Apabila Program Rumah Singgah sudah berjalan dengan baik maka visi dan misi PRA Insya Allah akan terwujud yaitu membentuk masyarakat mandiri yang berakhlak baik maksudnya sudah tahu persis apa yang kita lakukan, agar kita tahu persis apa yang dilakukan yaitu harus ma’rifatullah karena Allah yang paling tahu. Kalau nanti Allah meridhoi bahwa Masyarakat kita sudah bisa mandiri yang berakhlak baik berarti Masyarakat kita terdiri dari kumpulan orang-orang yang Marifatullah sesuai Firman Allah “Dunia dan seisinya akan diamanahkan kepada masyarakat yang bermarifatullah” yang ujung-ujungnya tercapailah Indonesia akan menjadi adil dan makmur oleh karena itu sudah tepat motto Pengajian Ridho Allah yaitu “Bersama Ridho Allah Menuju Indonesia Adil dan Makmur. Bersambung ............ click disini
Add as favourites (75) | Quote this article on your site | Views: 6047
|