|
Page 1 of 2 Jakarta 08/11/09, Keluarga Besar Ridho Allah telah menyelenggarakan peringatan Hari jadinya yang ke 4 (empat) pada hari Minggu tanggal 08 November 2009 bertempat di lantai dasar Masjid Ridho Allah – Mekarsari. Peringatan Hari Ulang Tahun yang ke 4 tahun ini diselenggarakan oleh suatu kelompok kepanitian dari Wilayah Cabang Pengajian RA Pamulang yang diketuai oleh Ir. Dandy, berhubung beliau sedang berhalangan maka kegiatan penyelenggaraan HUT diserahkan kepada wakilnya yaitu bapak Dwiharyawan (P’ Hari). Pada peringatan HUT ini mengambil tema yaitu “Keluarga Besar Ridho Allah Membangun Akhlak Mulia dengan cara Meneladani Pribadi Rasulullah” Pada kesempatan ini Pimpinan Keluarga Besar Ridho Allah Ir. Antono Basuki dalam sambutannya kembali mengevaluasi tentang program-program yang pernah disampaikan tahun lalu saat penyelenggaraan HUT RA ke 3 di Munjul diantaranya target kita ingin bersikap ramah, suka menolong seperti membentuk “Rumah Singgah” dan memiliki “Rumah Singgah” baik secara fisik maupun non fisik. Sekarang Alhamdulillah SIKAP kita sudah meningkat, Rasa Kekeluargaan meningkat, berarti program ber-SIKAP seperti Rumah Singgah dapat berjalan dengan baik makanya sekarang kita memiliki Sekretariat yang dapat dipakai sebagai Rumah Singgah (fisik). Selain itu, beliau juga menargetkan setahun kedepan antara lain: • Kita harus mampu mengendalikan hawa nafsu. • Belajar Ketrampilan untuk berwirausaha/mandiri. • membentuk Keluarga semakin harmonis. dengan point-point sebagai berikut : 1. Terbangunnya Sekretariat Keluarga Besar Ridho Allah. 2. Tersedianya Ruangan sebagai “ Rumah Singgah “. 3. Pengajian Pembangunan Akhlak Mulia minggu PERTAMA setiap bulan. 4. Pengajian disertai Peningkatan Ketrampilan minggu KE TIGA setiap bulan. 5. Minggu KEDUA & KEEMPAT Penyusunan Materi Akhlak Mulia.
MENELADANI BUDI PEKERTI PRIBADI RASULULLAH Meneladani tidak sama dengan MENIRU. Meneladani adalah pertama mencari TELADAN apa yang harus DITIRU. Kedua meniru keteladanan yang sudah kita dapatkan. TOLOK UKUR yang dipakai adalah: Jika keteladanan itu dilaksanakan maka akhlak kita menjadi mulia.
Contoh : “Tangan diatas lebih baik dan tangan dibawah”. Teladan yang harus ditiru adalah : “Pemberi lebih baik dan pada Penerima”. Setelah mengetahui keteladanan tersebut maka kita patut TIRU. Dan sini tenyata arti tangan diatas bukan tangan terletak diatas, tetapi sebagai PEMBERI.
HATI-HATI kalau BERPRASANGKA.
Contoh :
Syaitan itu ada, syaitan musuh nyata bagi manusia. Bagi yang menganggap atau berprasangka bahwa syaitan itu tidak ada (tidak kelihatan) maka dia akan mudah dikuasai karena tidak bisa menghindar saat diserang/diganggu dan jika sudah dikuasai maka dia akan merasa terpimpin.
Bagi yang menganggap syaitan ada maka dia berjaga-jaga dan waspada saat diserang/diganggu, akibatnya dapat mengelak atau menghindar dari gangguan tersebut.
Demikian Laporan diseputar penyelenggaraan Hari Ulang Tahun Pengajian Keluarga Besar Ridho Allah. Waalaikumusalam Wr. Wb. 





Add as favourites (18) | Quote this article on your site | Views: 3778
|