|
Jakarta (4/10). Sekilas istilah Halal Bihalal tersebut terdiri dari susunan kata-kata Arab atau mempergunakan bahasa (lafadz) Arab, bahkan masyarakat Arab sendiri atau masyarakat Islam Timur Tengah tidak memahami arti dari istilah tradisi tersebut. Istilah Halal Bihalal nampaknya lebih populer di Indonesia dikarenakan istilah ini merupakan suatu kreativitas umat Islam Indonesia yang telah masuk dalam khazanah bahasa dan digunakan secara baku oleh umat Islam Indonesia, konon kemudian dicontoh oleh negara tetangga. Halal bihalal dalam term ini memiliki makna sebagai kebebasan: bebas makan dan minum berkenaan dengan Hari Raya Idul Fitri. Jika istilah halal bihalal ini dikaitkan dengan Silaturahmi, maka memiliki makna perbuatan saling membebaskan/memaafkan dari segala dosa di antara kita. Dengan demikian, istilah halal bihalal dalam maksud ini adalah istilah yang dibahas dengan pendekatan 'hikmah menuju ikhwah dan ukhuwah. melalui “Silaturahmi' yang intinya saling memaafkan kesalahan antar sesama Muslim. Ini biasa dilakukan setelah melaksanakan puasa Ramadhan yang disebut Idul Fitri dan biasanya dadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, Masjid dsb) oleh sekelompok orang”. Acuan pelaksanaan halal bi halal adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, "Dua orang Muslim yang bertemu lalu keduanya saling berjabat tangan, niscaya dosa keduanya diampuni oleh Allah sebelum mereka berpisah." Halal bihalal lebih menekankan aspek silaturahmi yang merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, sehingga Rasulullah SAW dalam hadisnya bersabda yang artinya, "Barangsiapa yang menginginkan dipanjangkan usia dan dilimpahkan rizkinya, maka hendaknya ia menyambungkan tali silaturahmi." (HR Mutatfaq'Alaih). "Bukanlah silaturahmi orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang diputus." (HR Bukhari). Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dipahami bahwa halal bihalal bukan hanya sebuah kegiatan ritualan saja melainkan dapat dikembangkan dalam bentuk kegiatan Silaturahmi dalam rangka pemberdayaan umat Islam untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik yang diridhoi Allah SWT. Dengan mengaktualisasi makna dan nilai silaturahmi, kita berharap tercipta masyarakat marhamah demi terwujudnya kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan bangsa. Dengan puji dan syukur kehadirat Allah SWT bahwa Keluarga Besar Ridho Allah telah menyelenggarakan acara Halal Bi Halal yang dihadiri oleh seluruh anggota dari berbagai Cabang - Cabang Ridho Allah serta para tamu undangan, pada hari Minggu tanggal 4 Oktober 2009 mulai jam 09:00 pagi sampai selesai bertempat di lantai dasar Masjid Ridho Allah – Mekarsari, mengambil thema “ Dengan Halal Bil Halal Mari Kita Amalkan : Iman, Islam, Ihsan”. Acara Halal Bi Halal ini diselenggarakan oleh Kelompok Kepanitian dari Wilayah Cabang Pamulang dibawah pimpinan sekaligus merangkap sebagai Ketua Panitia Pelaksana yaitu Ir. Dandy. Adapun Susunan Acara pada kegitan ini terdiri dari : Pembukaan, Sambutan Ketua Panitia, Laporan Kegiatan selama bulan Puasa, Sambutan/Pengajian oleh Ketua Umum Keluarga Besar Ridho Allah Bpk. Ir. Antono Basuki PH, Sholat Dzuhur & Do’a bersama, terakhir adalah bersalam-salaman (saling maaf memaafkan) yang dilanjut dengan makan siang bersama. Pada kesempatan ini Ketua Umum Keluarga Besar Ridho Allah menyampaikan beberapa pengumuman dan pelajaran-pelajaran pengajian sebagai berikut Beliau menjelaskan dan menegaskan kembali tentang siapa itu kelompok Kel. Bes. Ridho Allah..? Kelompok Ridho Allah adalah kumpulan atau kelompok orang-orang yang berkeinginan untuk mendapatkan Ridho Allah, langkah awal untuk mendapatkan Ridho Allah yaitu harus sungguh-sungguh beribadah kepada Allah dengan cara berbuat baik dan membuat program-program serta menjalankannya sebagai salah satu perwujudan pengabdian kepada Allah SWT, misalnya ada program penyelenggaraan Halal Bi halal, maksud dan tujuan program tersebut isinya harus mengacu untuk mewujudkan perbuatan ke yang lebih baik, kita berkumpul untuk bekerjasama supaya bisa mewujudkan pohon amal ibadah karena bagaimanapun juga kita butuh orang lain untuk mewujudkannya tidak mungkin hanya dalam kesendirian. Disampaikan juga satu contoh program kedepannya sebagai perwujudan untuk memberi kesempatan menanam pohon amal yaitu berupa da’wah, diantaranya kita akan mulai menyediakan 4 (empat) rekaman DVD yang isinya antara lain : 1. Menjelaskan Seputar Keluarga Besar Ridho Allah 2. Tentang Penjelasan 7 (tujuh) Ilmu Penjernih Hati dan Tuntunan Menuju Sholat Khusyuk 3. Pengakuan Setan dan Jin cara menggoda Manusia serta masuk kedalam tubuh manusia dll 4. Pengakuan Para mantan Anggota NII yang kini sudah bertobat Semuanya sebagai media da’wah yang akan diberikan secara cuma-cuma bagi yang memerlukan tanpa dipungut biaya apapun selama persediaan masih ada, dipersilahkan menghubungi Sekretariat : 0813-85718241. Tahap berikutnya beliau menyampaikan, bagaimana caranya mengumpulkan pahala atau ganjaran sebanyak-banyaknya agar bisa terwujud Ridho Allah.? bagaimana supaya kita bisa berbuat baik atau supaya kita bisa membangun akhlak mulia.? yaitu dengan cara marilah kita meneladani yang sudah benar apa yang lakukan Rasulullah atau kepribadian Rasulullah, janganlah kita membuat teori sendiri-sendiri, ngarang-ngarang sendiri yang akhirnya bisa diprediksi memakan waktu terlalu lama bahkan bisa bertele-tele, oleh karena itu kami mengajak semuanya untuk mendukung dalam penyusunan buku panduan yang akan disesuaikan kebutuhan kita tentang apa saja yang diperbuat oleh Rasulullah sehari – harinya dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, maka Insya Allah kami akan membentuk suatu Team Penyusun Buku Panduan tersebut yang mana bahannya bisa saja diambil dari buku-buku kisah Rasul, media-media bernuansa Islam ataupun dari internet. Untuk menjadi manusia berakhlak mulia tentunya harus melalui proses, contoh Rasulullah adalah orang berakhlak mulia yang dijadikan percontohan oleh Allah SWT bagi seluruh umat manusia yang tentunya sejak beliau dilahirkan hingga dewasa semuanya melalui proses yang akhirnya menjadi manusia termulia dimuka bumi ini. Agar kita bisa melakukan perbuatan yang berakhlak mulia, ternyata kita baru akan bisa menjalankannya kalau sudah terbiasa, terus bagaimana agar kita bisa terbiasa menjalankannya? caranya kita harus pakai ILMU NEKAD, apakah NEKAD disini ? NEKAD adalah harus memenuhi 3 (tiga) unsur, yaitu 1. kita sendiri yang menjalankan bukan orang lain, 2. Harus penuh dengan kesadaran tinggi, 3. Tidak memikirkan resiko / hasil atas apa yang kita akan jalankan. Misalnya : Dalam menjalankan Ibadah Sholat yang tadinya sudah terbiasa terkesan cepat dan tergesa-gesa baik ucapan dan gerakan, kemudian berniat untuk merubah sikap / paradigma dalam menjalankan sholat yang biasanya seperti itu menjadi Sholat pelan-pelan penuh menuju kekhusyuan, tentunya harus mulai menerapkan tekad yang bulat pada diri sendiri untuk bersikap dengan kesadaran yang tinggi tanpa terkesan terpaksa atau disuruh juga tidak memikirkan akan resikonya, apakah nantinya akan kelamaan, ketinggalan waktu atau jenuh dan lain sebagainya. Demikian laporan kami seputar kegiatan pelaksanaan Halal Bi Halal tahun 2009. Akhirul kata Wassalamualaikum Wr. Wb. Penulis RA 




Add as favourites (28) | Quote this article on your site | Views: 2839
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |